Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha
Lima hal yang menghalangi jalan  menuju Allah: sibuk  melihat amal, panjang angan,cenderung kepada makhluk,bernafsu mencapai tingkat wali, dan merasa  puas dengan penglihatan mimpi. Syekh Ibnu  Atha